Apakah Islam Memiliki Hubungan dengan Bidang Politik?

Banyak di kalangan para penguasa negeri-negeri Islam yang semakin terpengaruh dengan pola pikir orang-orang Barat, terutama ketika mereka memisahkan agama dari politik dan pemerintahan. Inilah ketakutan dan kerusakan pertama yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin di negeri-negeri Islam

Islam adalah agama sempurna yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Sehingga Gerakan-gerakan Islam yang berusaha menjauhkan politik dari tujuan-tujuannya, tidak bisa disebut sebagai Gerakan Islam dengan pemahaman yang menyeluruh tentang Islam.

Seorang Muslim tidak akan sempurna keIslamannya kecuali jika menjadi seorang politisi, berpandangan jauh dalam urusan umatnya, memperhatikan mereka, dan memiliki rasa cemburu akan umatnya jika mereka dikelola/dilayani oleh pihak-pihak yang tidak memiliki kapabilitas.

Pembatasan dan pelucutan pada bidang politik adalah sesuatu yang tidak diakui oleh Islam. Sehingga menjadi kewajiban setiap organisasi Islam untuk menjadikan agenda utamanya adalah memperhatikan urusan umatnya secara politik dan jika tidak maka ia masih memerlukan pemahaman tentang kata “Islam”

Tidak ada kebaikan dalam sebuah agama ketika tidak ada urusan politik di dalamnya, sebagaimana tidak ada kebaikan bagi aktivitas politik jika tidak ada agama di dalamnya. Islam membawa konsep politik untuk membahagiakan manusia di dunia dan akhirat. Politik yang diajarkan oleh Islam adalah politik yang mengelola semua urusan.

Sehingga sudah menjadi kewajiban umat Islam untuk menjadikan setiap individunya sebagai pemimpin. Karena Islam datang membawa ajaran-ajaran yang di dalamnya berisi peraturan-peraturan, ketika Islam tidak menjadi pemimpin, maka aturan-aturan yang terdapat pada ajaran tersebut menjadi tidak dapat diberlakukan karena tidak
dilegitimasi oleh kekuasaan.

Komentar