Fragmentasi Ideologi Partai Politik Lokal Aceh


Pada umumnya partai politik memiliki pijakan ideologi dalam menentukan sikap dan kebijakan yang diambil kedepannya. Termasuk juga partai politik lokal di Aceh. Selain menjadi pijakan dalam bersikap dan mengambil kebijakan, ideologi juga digunakan partai politik lokal Aceh untuk mendapatkan simpati dari masyarakat luas. Partai politik lokal Aceh pada umumnya berada pada persilangan antara ideologi sosialis dan agama.

Menurut Amalia, Empat dari enam partai politik lokal Aceh menggunakan agama sebagai dasar ideologi mereka. Di antaranya PAAS, Partai Darul Aceh, Partai Sira, dan Partai Aceh. Sedangkan dua partai lainnya, Partai Rakyat Aceh dan Partai Bersatu Aceh tidak memperlihatkan secara tegas menjelaskan pijakan yang ia gunakan. Dalam arti lain partai tersebut lebih cenderung menempatkan dirinya sebagai parpol nasionalis-sekuler yang masuk ke dalam kategori sosialis.[1]

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ideologi yang dicantumkan pada anggaran dasar rumah tangga partai bukan hanya dijadikan sebagai visi misi gerakan, tetapi juga dijadikan poin tambahan dalam menggaet suara. Tidak mengherankan jika partai politik Islam tumbuh subur di Aceh, karena Aceh merupakan provinsi yang di dominasi oleh pemeluk agama Islam.

Lebih menarik lagi jika kita membahas Partai Aceh yang notabenenya transformasi dari Gerakan Aceh Merdeka. Partai Aceh mempromosikan dirinya sebagai partai yang merundingkan perdamaian Aceh. Strategi promosi seperti itu telah dibuktikan berhasil memenangkan Pilkada Aceh yaitu tahun 2006 dan 2017. Selanjutnya adalah Partai Rakyat Aceh yang mencoba menarik konstituen dengan menghidupkan ideologi sosialis-sekuler yang cukup digandrungi mahasiswa. PRA mencoba menarik konstituen yang bergerak dalam bidang lingkungan yang lekat dengan ideologi tersebut, terutama pemuda di lingkungan kampus dan organisasi.[2]

[1] Amalia, Partai dan Sistem Kepartaian era Reformasi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2017) h. 145

[2] Ibid.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Politik Uang?