Party-Identification Sebagai Solusi Politik Uang
Party-Identification (Party-ID) merupakan komponen psikologis yang akan memberikan sumbangan bagi stabilitas dukungan terhadap partai dan sistem kepartaian yang dapat memperkuat jalannya demokrasi. Semakin besar pemilih yang merasa dekat dengan partai maka kontinuitas dan stabilitas elektoral partai akan semakin terjaga. Begitupula sebaliknya, jika semakin sedikit pemilih yang mengidentikkan diri dengan partai politik maka semakin dinamis dan tidak stabil dukungan elektoral yang diperoleh partai tersebut.
Menurut survey yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research Center (SMRC) pada bulan Desember tahun 2017, menyatakan bahwa tingkat kedekatan masyarakat Indonesia dengan partai politik yang diyakininya hanya sebesar 11,7 persen. Rendahnya party-ID yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia merupakan pangkal dari masalah-masalah turunan lainnya, seperti membuat biaya politik tinggi, secara tidak langsung menyebabkan tindak korupsi, dan melanggengkan kepe-milikan partai hanya dikuasai oleh kelompok tertentu. (Reinjani 2018)
1. Rendahnya party-ID membuat biaya politik tinggi
Tingginya rasa memiliki atas partai
tertentu mendorong warga untuk ikut serta dalam pemenangan partai melalui
mekanisme kesukarelaan dari mereka sendiri. Jadi warga melakukan segala bentuk
kegiatan yang berusaha untuk memenangkan partainya atas dasar inisiatif, bukan
mencari ke-untungan, seperti bersama-sama iuran finansial, merencakanan
kampanye secara kolektif, memobilisasi suara melalui berbagai kegiatan.
Indonesia yang memiliki tingkat kedekatan dengan partai hanya sebesar 11,7 persen menyebabkan praktik voluntarisme politik yang berasal murni dari inisiatif warga untuk memenangkan partai tertentu belum membudaya. Dapat kita lihat contohnya pada pemilu legislatif, selama ini calon legislatif yang bekerja ekstra untuk mencari pemilih. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah dengan membeli suara pemilih.
2. Rendahnya party-ID secara tidak langsung menyebabkan korupsi terjadi
Rendahnya party-ID menyebabkan biaya politik tinggi, maka menjadikan partai harus mencari sumber keuangan dari berbagai sumber. Salah satunya adalah dengan cara mengeksploitasi lembaga legislatif dan eksekutif melalui anggota-anggota partai tersebut disana. Mereka mendorong negara melakukan subsidi kepada partai politik, dan mungkin beberapa kali mereka melakukan korupsi untuk diberikan kepada partainya.
3. Rendahnya party-ID semakin melanggengkan kepemilikan partai hanya dikuasai kelompok tertentu
Hal ini dikarenakan publik tidak dapat mengontrol dan mengawasi jalannya sebuah partai dari luar partai tersebut. Untuk mengontrol dan mengawasi partai pasti harus menjadi bagian internal dari partai tersebut. Hal ini disebabkan karena masyarakat Indonesia cenderung tidak peduli dengan partai politik. Akibatnya, seringkali kebijakan yang diambil oleh suatu partai politik tidak sesuai dengan kepentingan pemilihnya. (Basrianto 2018)
Dari
penjelasan diatas, dapat kita ketahui jika rendahnya rasa kepemilikan terhadap
partai atau party-ID merupakan pangkal dari berbagai permasalahan lainnya.
Menurut Burhanuddin Muhtadi, salah satu upaya serius yang bisa dilakukan oleh
pemerintah Indonesia dalam meningkatkan rasa kepemilikan terhadap partai di
lingkungan masyarakat adalah dengan kembali melakukan sistem pemilihan
legislatif dengan sistem proporsional tertutup. (Basrianto 2018)
Karena
sistem proporsional tertutup akan mengalihkan fanatisme pemilih terhadap
kandidat caleg tertentu ke partai yang mencalonkan ia sebagai calon legislatif.
Selain itu, partai politik seharusnya mempunyai ideologi dan orientasi
kepartaian yang jelas, tidak pragmatis seperti saat ini. Karena hal tersebut
akan meningkatkan pendidikan politik terhadap publik.
Daftar Pustaka
Reinjani, Dwi. SMRC:
Loyalitas Masyarakat Indonesia terhadap Partai Terendah di Dunia. kbr.id. 3
Januari 2018. https://kbr.id/nasional/01-2018/smrc__loyalitas_masyarakat_indonesia_terhadap_partai_terendah_di_dunia/94269.html
Basrianto, Fadel. Persoalan
Party-ID di Indonesia. theindonesiainstitute.com. 30 Juli 2018. https://www.theindonesianinstitute.com/persoalan-party-id-di-indonesia/

Komentar
Posting Komentar