Bagaimana Cara yang Tepat dalam Mengintegrasikan antara Islam dan Ilmu Pengetahuan?
Cara kita untuk mewujudkan integrasi antara Islam dan ilmu pengetahuan adalah dengan melahirkan cendikiawan-cendikiawan yang memiliki latar belakang keIslaman. Hal tersebut akan menjadikan bidang keilmuan atau lembaga-lembaga penelitian akan dikuasai oleh cendikiawan Islam, sehingga akan menghasilkan sebuah keilmuan baru dengan Islam sebagai acuannya.
Dalam konteks Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik yang menjadikan kekuasaan sebagai objek penelitiannya, maka cara yang
dapat digunakan untuk mengintegrasikan Islam dan Ilmu pengetahuan yaitu memenangkan
kekuasaan tersebut. Menurut Hasan Al Banna, seorang Muslim belum afdhol
keIslamannya jika tidak memerhatikan bidang yang mengurusi orang banyak
(politik). Sehingga jika tampuk kekuasaan dipegang oleh orang yang beriman,
maka pengintegrasian antara Islam dan ilmu pengetahuan dapat lebih mudah
dilakukan.
Di bidang sosial masyarakat juga
kita harus memenangkan pertarungan dengan orang-orang pengkampanye isu yang
bertentangan dengan Islam. Contohnya LGBT, feminisme, anggapan semua agama itu
benar, dll. Tentunya dalam menghadapi isu tersebut kita harus menanggapinya
dengan bijaksana dan cerdas. Hingga pada akhirnya akan tercipta sebuah
masyarakat yang madani.
Cara terakhir yaitu dengan memperbanyak penerbitan artikel, jurnal, makalah dan penelitian lainnya yang mengintegrasikan antara Islam dan Ilmu pengetahuan. Hal ini akan menjadikan dunia keilmuan Indonesia mengharuskan menjadikan Islam sebagai dasar acuannya.

Komentar
Posting Komentar