Perkembangan Ilmu Pengetahuan Menimbulkan Masalah Mental?
Hal tersebut terjadi karena ketidakstabilannya aspek ruhani dan jasmani yang ada di dalam tubuh manusia tersebut.
Untuk mencapai sebuah kebahagiaan,
maka manusia membutuhkan aspek spiritualitas yang meliputi ketenangan hati,
ketentraman jiwa, sehingga menimbulkan kejernihan pikiran. Seseorang yang hanya
mengandalkan aspek “keduniaan” untuk mencapai sebuah kebahagiaan maka orang
tersebut akan kekeringan hatinya, karena tidak disirami dengan keimanan dan
ketaqwaan kepada pemilik alam semesta.
Solusi yang dapat ditawarkan kita
sebagai Umat Islam adalah meng-integrasikan kedua aspek tersebut. Akal dan hati
harus diintegrasikan, sehingga hal-hal yang bersifat dystopia dapat
terhindarkan. Jika kita mengaitkan konteks integrasi antara “akal dan hati” ke
dalam ilmu pengetahuan, maka bisa kita contohkan dengan integrasi yang terjadi
antara Al-Quran dan Hadits dengan ilmu pengetahuan yang meliputi observasi dan
penelitian-penelitian ilmiah.
Jika kedua aspek tersebut dapat kita
integrasikan kepada seluruh warga masyarakat bahkan warga dunia, maka tatanan
masyarakat madani niscaya akan terwujud dengan sunatullah.

Komentar
Posting Komentar